October 19, 2011

dampak perubahan organisasi

~Apa saja jenis perubahan?
     Menurut Joseph E McCann, 1991 & Sweeney, McFarlin, 2002, terdapat beberapa jenis/tipe perubahan yang memiliki ikatan pola relasi satu sama lain. Perubahan tidak dengan mudah diisolasi. Menghitung pengaruh perubahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya parsial atau per bagian. Macam tipe perubahan organisasi adalah sebagai berikut:
  • Perubahan Strategi
  • Perubahan Teknologi
  • Perubahan Proses
  • Perubahan Struktur
  • Perubahan SDM
  • Perubahan Budaya
~Bagaimana serial proses perubahan terjadi ?
Menurut Force-Field Theory – Kurt Lewin, 1951 terdapat tiga fase utama dalam proses perubahan, yaitu :
  1. Fase Pencairan (UNFREEZING) menyadari, mengidentifikasi kebutuhan perubahan dari cara-cara lama
  2. Fase Perubahan (CHANGING) Melakukan perubahan Strategi, Teknologi, Proses, Struktur, SDM, Budaya
  3. Fase Pembekuan Kembali (REFREEZING) Menilai, mengevaluasi, memperkuat perubahan
Sedangkan menurut W. Bridges & Susan Mitchell, 2002, juga terdapat tiga tahapan yang kurang lebih sama, yaitu :
  1. UCAPKAN SELAMAT TINGGAL – Meninggalkan cara-cara lama (cara penanganan tugas lama yang pernah membuat sukses di waktu lampau, identitas dan kegemaran lama)
  2. BERUBAH MENJADI NETRAL – Zona netral tidak nyaman, zona ketidakpastian, ingin tergesa-gesa masuk ke situasi baru, sebagian yang lain ingin berbalik mundur ke masa lalu. Tetapi di masa inilah kreativitas ditemukan dan pondasi perubahan diletakkan
  3. BERGERAK MAJU – Mulai berperilaku dengan cara baru (fokus ke bidang jasa dan produk utama, efisiensi, reorganisasi, transformasi nilai-nilai budaya organisasi)

~Apa saja sikap pendukung perubahan ?
Peter Drucker & Peter M Senge, 2002, menyebutkan sikap-sikap tersebut adalah :
  • Menyelesaikan masalah (membawa masalah pergi) bukanlah sebuah proses penciptaan (mewujudkan sesuatu yang baru). Jika hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tidak akan ada cukup waktu untuk melihat kemungkinan.
  • Sangat menakjubkan bagaimana tubuh yang sehat dapat bertahan terhadap begitu banyak penyakit. Fokus : membangun daya tahan tubuh, bukan mengatasi semua gejala penyakit.
  • Faktanya adalah, sebagian besar organisasi dan sebagian besar orang, tidak siap menerima keadaan yang tak terduga. Organisasi memerlukan banyak mata. Hanya dengan bekerja sama dengan orang-orang yang melihat hal-hal secara berbeda, barulah organisasi benar-benar terbuka terhadap kejutan.
  • Banyak kreativitas dalam organisasi, hanya saja kerap tidak terperhatikan. Biarkan kepemimpinan alami membawa perubahan dan lihat ‘ke mana energi ingin pergi’.
  • Mengimbangi pemikiran yang disiplin dengan keterbukaan terhadap kejutan.
  • Memahami organisasi sebagai organisme yang hidup, bukan mesin. Pahami cara alam berinovas
October 09, 2011

Alasan Terjadiny Konflik dalam Organisasi

~Konflik,   Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

   
 
   Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

    Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak

~Penyebab Konflik dalam Organisasi.
   Ada beberapa sebab terjadinya konflik dalam Organisasi antara lain :

1.Faktor Komunikasi. Salah pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti, atau informasi yang mendua dan tidak lengkap, serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2.Faktor Struktur. Pertarungan antara departemen, sistem penilaian yang bertentangan, persaingan memperebutkan sumber daya yang terbatas, saling ketergantungan dua atau lebih kelompok.
3.Faktor Pribadi. Ketidak sesuaian tujuan atau nilai-nilai sosial pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka, dan perbedaan-perbedaan dalam nilai-nilai dan persepsi. (Berbagai Sumber)
October 05, 2011

Bab.2 Tentang "Bentuk Organisasi dan contoh Organisasi"


 Organisasi mempunyai berbagai macam bentuk dan dibedakan berdasarkan jumlah pemimpin dan pembagian wewenangnya. Organisasi berdasarkan jumlah pemimpinnya adalah organisasi tunggal dan organisasi jamak. Organisasi berdasarkan pembagian wewenang adalah organisasi jalur, fungsional, jalur dan staff, fungsional dan staff, fungsional dan jalur, dan yang terakhir adalah gabungan dari semua yaitu organisasi jalur, fungsional dan staff.
 Bentuk-Bentuk Organisasi :

1. Bentuk organisasi tunggal adalah organisasi yang puncak pemimpinannya hanya dipegang oleh satu orang. Contohnya adalah Gubernur, bupati, presiden dan direktur.

2.   2. Bentuk organisasi jamak adalah organisasi yang puncak pemimpinannya ada ditangan beberapa orang sebagai suatu kesatuan. Contohnya adalah direksi, dewan dan mejelis.

3.    3. Bentuk organisasi jalur adalah organisasi yang wewenang dari puncak pemimpinan dilimpahkan kepada satuan – satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan.

4.    4. Bentuk organisasi fungsional adalah organisasi yang wewenang dari puncak pemimpin dilimpahkan pada satuan-satuan organisasi di bawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu. Pemimpin tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya.

5.   5.Bentuk organisasi jalur dan staff adalah organisasi yang wewenang dari puncak pimpinannya dilimpahkan kepada astuan-satuan organisasi di bawahnya dalam semua bidang pekerjaan baik pekerjaan pokok maupun pekerjaan bantuan. Dibawah puncak pemimpinan atau pimpinan satuan organisasi terdapat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.

6. 6. Bentuk organisasi fungsional dan staff adalah organisasi yang wewenang dari puncak pimpinannya dilimpahkan kepada astuan-satuan organisasi di bawahnya dakam bidang pekerjaan tertentu. Pemimpin tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya. Dibawah puncak pemimpinan atau pimpinan satuan organisasi terdapat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.

7.  7. Bentuk organisasi fungsional dan jalur adalah organisasi yang wewenang dari puncak pimpinannya dilimpahkan kepada astuan-satuan organisasi di bawahnya dakam bidang pekerjaan tertentu. Pemimpin tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya dan tiap-tiap satuan pelaksana kebawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja.

8.     8. Bentuk organisasi fungsional, staff dan jalur adalah organisasi yang wewenang dari puncak pimpinannya dilimpahkan kepada astuan-satuan organisasi di bawahnya dakam bidang pekerjaan tertentu. Pemimpin tiap bidang berhak memerintah kepada semua pelaksana yang ada sepanjang menyangkut bidang kerjanya dan tiap-tiap satuan pelaksana kebawah memiliki wewenang dalam semua bidang kerja. Dibawah puncak pemimpinan atau pimpinan satuan organisasi terdapat pejabat yang tidak memiliki wewenang komando tetapi hanya dapat memberikan nasehat tentang bidang keahlian tertentu.

Contoh Organisasi :
~Organisasi Sosial,adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
  
Ciri-ciri organisasi sosial
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
-Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
-Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
-Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

    Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Contohnya: Karang Taruna.
 
~Organisasi Niaga,Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan.

Macam-macam organisasi niaga:

1. Perseroan Terbatas (PT)
    Perseroan Terbatas dahulu disebutNaamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.

    Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham memiliki tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki.


    Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

    Perseroan Terbatas ada 3 macam yaitu PT Terbuka, PT Tertutup dan PT Kosong.
Perbedaannya:
PT Terbuka menjual saham kepada masyarakat umum melalu pasar modal (go public) dan setiap orang berhak membeli saham perusahaan tersebut.
PT Tertutup modalnya berasal dari kalangan tertentu saja, misal dari kalangan kerabat atau keluarga dan tidak dijual ke umum.
Sedangkan PT Kosong adalah perseroan terbatas yang tidak memiliki kegiatan apa-apa tetapi telah memiliki izin usaha dan izin lainnya.

2. Persekutuan Komanditer (CV)
    Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.

    Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham.
CV Murni hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
CV Campuran terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
CV Bersaham adalah CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.

3. Joint Ventura 
    Joint Ventura atau Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.

4. Koperasi
    Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1).

    Jenis-jenis koperasi antara lain:
a. Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
b. Koperasi konsumen, yaitu koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen.
c. Koperasi produsen, yaitu koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
d. Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya.
e. Koperasi jasa, yaitu koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.

5. Kartel
    Kartel adalah kelompok produsen mandiri yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai dan kompetisi.

~Organisasi Informal,Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.

Contohnya:
  Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

October 03, 2011

Teori organisasi dan manajemen


Bab 1 tentang :


~Pengertian Organisasi dan Manajemen~

-Pengertian Manajemen Menurut para ahli :

George terry  bahwa Manajemen ialah penetapan tujuan dengan memanfaatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Andre.f.sikula Menyatakan bahwa Manajemen mengkoordinasikan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang mutlak.

Marry parker fooley  menegaskan bahwa Manajemen ialah seni menyesuaikan pekerjaan melalui orang lain.

          Secara garis besar,Pengertian Manajemen secara umum adalah proses kegiatan dengan melalui orang lain untuk mencapai tujuan tertentu serta dilaksanakan secara berurutan berjalan kea rah suatu tujuan.

-Pengertian Organisasi Menurut para ahli :

Stoner mengemukakan,Organisasi ialah suatu pola hubungan yang melalui orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

James d.mooney  menyatakan,organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk tujuan bersama.

Chester l.Bernard  mengemukakan bahwa organisasi merupakan suatu system aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih.

Intinya,Organisasi berarti sekelompok orang yang secara formal di persatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.

~Fungsi Manajemen Menurut para ahli~

~George Terry menyatakan Fungsi Manajemen ialah :

- Perencanaan (Planning)
       - Pengorganisasian (
Organizing)
       - Penggerakan (
Actuating)
       - Pengawasan (
Controling)
                            (
P.O.A.C)


~Henry Fayol Mengemukakan bahwa Fungsi manajemen Mencakup :

- Perencanaan (Planning)
- Mengorganisir (Organizing)
- Memerintah (Commanding)
- Mengkoordinir (Coordinating)
- Mengawasi (Controling)
                     (P.O.C.C.C)




~Menurut  Luther Gullick Fungsi manajemen ialah :


- Perencanaan (Planning)
- Mengorganisir (Organizing)
- Kepegawaian (
Staffing)
- Kelangsungan (
Directing)
- Mengkoordinir (
Coordinating)
- Pemberitaan (
Reporting)
- Pengawasan (
Controling)
             (
P.O.S.D.C.R.C)

~Ernest Dale mengemukakan ttb fungsi manajemen sebagai berikut :

- Perencanaan (Planning)
- Mengordinir (Organizing)
       - Kepegawaian (
Staffing)
       - Kelangsungan (
Directing)
       - Penginovasian (
Innovating)
       - Pengkajian ulang (
Representing)
       - Pengawasan (
Controling)
              (P.O.S.D.I.R.C)

~Bagan Struktur Organisasi~
-Bagan struktur organisasi kementrian dan kebudayaan


 
July 01, 2011

Death Note


Death Note, di Indonesia juga dikenal dengan judul Dunia Dewa Kematian, adalah judul sebuah serial manga Jepang yang ditulis oleh Tsugumi Ohba dan ilustrasi oleh Takeshi Obata. Manga ini menceritakan tentang Light Yagami, seorang siswa jenius yang secara kebetulan menemukan Death Note milik shinigami (dewa kematian). Direalisasikan di majalah Shonen Jump dari Januari 2004 hingga Mei 2006 dengan total 108 bab. Versi tankoubonnya terbit sebanyak 12 jilid dan 1 jilid spesial yang berjudul How to Read 13 yang berisi tentang penjelasan dan profil tentang Death Note. Di Indonesia anime ini ditayangkan Global TV.
June 21, 2011

Honorific di Jepang


Masih Bingung sama embel-embel di jepang seperti panggilan Kun,Chan,San dan, Sama…
awalnya saya juga bingung tapi setelah say baca-baca,ternyata dari semua kalimat itu memiliki makna tersendiri,yuk kita lihat apa-apa saja perbedaannya,dan fungsi dari embel-embel tersebut..??

~Kun
Nah Ini ang jadi perdebatan antara saya dan beberapa teman saya di forum.Tentang Kalimat “Kun”. Apa sih “Kun” Itu..??
"-kun": dipakai untuk memanggil teman cowok sebaya atau lebih muda, kalau lebih tua kamu manggilnya "-san". Tapi adakalanya kamu manggil cewek dengan sebutan "-kun" apabila, misal kamu punya kenalan cewek [nggak akrab] yang jauh lebih muda dari kamu. Kan tidak mungkin kamu manggi dia "-san" karena dia lebih muda, tapi bila manggil "-chan" malah tambah nggak mungkin karena walopun dia lebih muda dari kamu tapi kamu nggak akrab ama dia. Makanya kamu manggil dia "-kun".
Contoh:
misalnya kamu berumur 25 thn, trus kamu punya kenalan cewek umurnya masih 12 thn. Nah kamu manggil dia pake embel2 "-kun".

~San
"-san":tingkatan honorific di bawah "-sama".
>> dipakai untuk menyebut cewek sebaya [kurang akrab] dan orang yang lebih tua. Dalam bhs. Ina setingkat dengan "Pak" dan "Bu" ketika menyebut orang yg lebih tua. Untuk yang sebutan cewek sebenarnya nggak ada terjemahan yang pas dalam Indonesianya, tapi yang paling mendekati adalah "nona". Kenapa nggak pas? Misal ketika kamu menyebut teman sekelasmu, err.. katakanlah namanya Mimi. Kalo misalnya kamu tinggal di jepang kan kamu manggilnya Mimi-san, tapi kalo di Indonesia manggil nona Mimi kan terasa janggal.. masa' sama temen sekelas manggil nona?
contoh lain:
 Misal tetangga kamu namanya Pak Joto, nah dalam bahasa jepang kamu manggilnya Joto-san.
Kalo kamu tinggal di Jepang, setiap menemui orang yang baru kamu kenal gunakan honorific ini kalo ga mau dianggap sbg orang yang ga sopan.

~Chan
"-chan": Honorific informal.
>> dipakai untuk teman yang cewek yang sudah akrab. Juga dipakai sebagai sebutan orang tua untuk anak perempuannya. Ini juga nggak pas bila diterjemahin ke Indonesia. Seharusnya kalo diterjemahin imut... tapi kayaknya aneh kalo dipakai di Indonesia makanya di komik2 biasanya tetap ditulis "-chan" alias nggak diterjemahin.
Contoh:
Temen cewekmu yg akrab bgt dan sering ngobrol bareng misal namanya kotomi ya kamu manggilnya kotomi-chan

~Sama
"-sama": tingkatan honorific yang paling tinggi
>> dipakai untuk menyebut Tuhan/Dewa/orang yang amat sangat kamu hormati. Dalam bahasa Indonesia setingkat dengan "Tuan"..
misal:
Dewa ---> Kami-sama
Nona Besar ---> ojou-sama

~Dono
Dono yang dimaksud bukan Alm.Dono Warkop yang itu loh,tapi Dono ini sama seperti yang lain yang kita sebutkan satu-satu,namun Embel-Embel ini lebih tinggi dari San. Sekarang sih udah jarang di pakai, soalny waktu jaman-jaman samurai kata-kata ini di pakai. Contohnya di anime, kalian bakal nemuin kalo nonton animenya Ruroni Kenshin, pasti bnyak deh kalimat itu keluar dari mulut karakternya.^^

~Senpai
"-Senpai": panggilan junior untuk senior
Misalnya:
adik kelas ke kakak kelas.

~Kohai
Sebaliknya dari Senpai, ini digunakan untuk senior kepada juniornya.

~Sensei
"-sensei": panggilan untuk orang yang pintar dalam suat bidang. Seringnya sih dipakai untuk menyebut guru. Selain guru juga manga artist, dokter, penulis, dsb.

~Onii-Chan/San/Sama
"-onii-chan/san/sama": panggilan untuk kakak laki2. Embel2 yang dipakai terserah kamu. [kalo kamu sangat hormat sama dia ya.. manggilnya onii-sama]
                di Anime juga sering kok pengucapan ini di dengar, jadi gak sulit ngebedainnya.^^

~Onee-Chan/San/Sama
"-onee-chan/san/sama": panggilan untuk kakak perempuan

~Okaa-San/Chan/Sama
"-okaa-chan/san/sama: panggilan untuk Ibu. [Okaa-chan:mami, okaa-san: ibu, okaa-sama: bunda]

~Otou-Chan/San/Sama
"-otou-chan/san/sama": panggilan untuk ayah

~Ojii-San,Oji-San,Obaa-San,Oba-San
"ojii-san: panggilan untuk kakek
"oji-san": panggilan untuk paman
"obaa-san": panggilan untuk nenek
"oba-san": panggilan untuk tante

Yang perlu kalian cerna adalah bentuk tulisannya lho. Bisa kalian lihat ka nada pengucapan gand pada tiap katanya.^^

April 08, 2011

Hina Matsuri



Dari Sekian banyak Budaya di jepang ada sebuah festival budaya yang di rayakan pada tanggal-tanggal tertentu. Menarik bukan di Indonesia pun tidak kalah menariknya.
Memang gak ada Habisnya membicarakan Negara matahari terbit tersebut,dari budaya,seni,dan lain lain yang bersifat positif yang membangun dan yang bersifat negative yang menghancurkan. Kita simak yuk,apa saja festival budaya yang ada di jepang…???

~Hina Matsuri

Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり ) atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 maret di jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō (雛人形 , boneka festival).
Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).
Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.
Sejarah Hinamatsuri
Sebelum kalender Gregorian digunakan di Jepang, Hinamatsuri dirayakan setiap hari ke-3 bulan 3 menurut kalender lunisolar. Menurut kalender lunisolar, hari ke-3 bulan 3 disebut momo no sekku (perayaan bunga persik), karena bertepatan dengan mekarnya bunga persik.
Kalender Gregorian mulai digunakan di Jepang sejak 1 Januari 1873 sehingga perayaan Hinamatsuri berubah menjadi tanggal 3 Maret. Walaupun demikian, sebagian orang masih memilih untuk merayakan Hinamatsuri sesuai perhitungan kalender lunisolar (sekitar bulan April kalender Gregorian),
Dalam sejumlah literatur klasik ditulis tentang kebiasaan bermain boneka di kalangan anak perempuan bangsawan istana dari zaman Heian (sekitar abad ke-8). Menurut perkiraan, boneka dimainkan bersama rumah boneka yang berbentuk istana. Permainan di kalangan anak perempuan tersebut dikenal sebagai hina asobi (bermain boneka puteri).
 Pada prinsipnya, hina asobi adalah permainan dan bukan suatu ritual.
Sejak abad ke-19 (zaman Edo), hina asobi mulai dikaitkan dengan perayaan musim (sekku) untuk bulan 3 kalender lunisolar. Sama halnya dengan perayaan musim lainnya yang disebut "matsuri", sebutan hina asobi juga berubah menjadi Hinamatsuri dan perayaannya meluas di kalangan rakyat.
Orang Jepang di zaman Edo terus mempertahankan cara memajang boneka seperti tradisi yang diwariskan turun temurun sejak zaman Heian. Boneka dipercaya memiliki kekuatan untuk menyerap roh-roh jahat ke dalam tubuh boneka, dan karena itu menyelamatkan sang pemilik dari segala hal-hal yang berbahaya atau sial. Asal-usul konsep ini adalah hinanagashi ("menghanyutkan boneka"). Boneka diletakkan di wadah berbentuk sampan, dan dikirim dalam perjalanan menyusuri sungai hingga ke laut dengan membawa serta roh-roh jahat.
Kalangan bangsawan dan samurai dari zaman Edo menghargai boneka Hinamatsuri sebagai modal penting untuk wanita yang ingin menikah, dan sekaligus sebagai pembawa keberuntungan. Sebagai lambang status dan kemakmuran, orang tua berlomba-lomba membelikan boneka yang terbaik dan termahal bagi putrinya yang ingin menjadi pengantin.
Boneka yang digunakan pada awal zaman Edo disebut tachibina (boneka berdiri) karena boneka berada dalam posisi tegak, dan bukan duduk seperti sekarang ini. Asal-usul tachibina adalah boneka berbentuk manusia (katashiro) yang dibuat ahli onmyōdō untuk menghalau nasib sial. Boneka dalam posisi duduk (suwaribina) mulai dikenal sejak zaman Kan'ei. Pada waktu itu, satu set boneka hanya terdiri sepasang boneka yang keduanya bisa dalam posisi duduk maupun berdiri.
Sejalan dengan perkembangan zaman, boneka menjadi semakin rumit dan mewah. Pada zaman Genroku, orang mengenal boneka genrokubina (boneka zaman Genroku) yang dipakaikan kimono dua belas lapis (jūnihitoe). Pada zaman Kyōhō, orang mengenal boneka ukuran besar yang disebut kyōhōbina (boneka zaman Kyōhō). Perkembangan lainnya adalah pemakaian tirai lipat (byōbu) berwarna emas sebagai latar belakang genrokubina dan kyōhōbina sewaktu dipajang.
Keshogunan Tokugawa pada zaman Kyōhō berusaha membatasi kemewahan di kalangan rakyat. Boneka berukuran besar dan mewah ikut menjadi sasaran pelarangan barang mewah oleh keshogunan. Sebagai usaha menghindari peraturan keshogunan, rakyat membuat boneka berukuran mini yang disebut keshibina (boneka ukuran biji poppy), dan hanya berukuran di bawah 10 cm. Namun keshibina dibuat dengan sangat mendetil, dan kembali berakhir sebagai boneka mewah.
Sebelum zaman Edo berakhir, orang mengenal boneka yang disebut yūsokubina (boneka pejabat resmi istana). Boneka dipakaikan kimono yang merupakan replika seragam pejabat resmi istana. Prototipe boneka Hinamatsuri yang digunakan di Jepang sekarang adalah kokinbina (translasi literal: boneka zaman dulu). Perintis kokinbina adalah Hara Shūgetsu yang membuat boneka seakurat mungkin berdasarkan riset literatur sejarah. Boneka yang dihasilkan sangat realistik, termasuk penggunaan gelas untuk mata boneka.
Mulai sekitar akhir zaman Edo hingga awal zaman Meiji, boneka Hinamatsuri yang mulanya hanya terdiri dari sepasang kaisar dan permaisuri berkembang menjadi satu set boneka lengkap berikut boneka puteri istana, pemusik, serta miniatur istana, perabot rumah tangga dan dapur. Sejak itu pula, boneka dipajang di atas dankazari (tangga untuk memajang), dan orang di seluruh Jepang mulai merayakan hinamatsuri secara besar-besaran.

~Shichi-Go-San

Shichi-Go-San (七五三 ,Shichigosan, 3, 5, 7) adalah nama upacara di Jepang yang merayakan pertumbuhan anak berusia 3, 5, dan 7 tahun. Perayaan dilakukan setiap tahun sekitar tanggal 15 November dan bukan merupakan hari libur.
Peserta perayaan adalah anak laki-laki berusia 3 dan 5 tahun, dan anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun. Umur-umur tersebut dipercaya sebagai tonggak sejarah dalam kehidupan, dan angka-angka ganjil menurut tradisi Tionghoa dipercaya membawa keberuntungan. Anak-anak yang cukup umur sebagai peserta Shichi Go San didandani dengan kimono dan dibawa ke kuil Shinto untuk didoakan. Orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk mengabadikan anak-anak yang sudah berpakaian bagus dengan berfoto di studio foto.
Anak-anak yang merayakan Shichi Go San mendapat hadiah permen panjang yang disebut permen chitose (千歳 飴 ,chitoseame, permen seribu tahun) yang dipercaya membuat anak sehat dan panjang umur. Kantong tempat permen chitoseame bergambar kura-kura dan burung jenjang yang merupakan simbol umur panjang.
Permen Chitose

Sejarah Shichi-Go –San
Hari ke-15 menurut kalender Tionghoa merupakan hari baik dan semua yang dilakukan di hari tersebut dipercaya membawa keberuntungan, dan bulan 11 merupakan bulan selesai panen. Orang zaman kuno pergi ke kuil di bulan purnama hari ke-15 bulan ke-11 untuk berterima kasih atas hasil panen. Kesempatan ini sekaligus digunakan untuk berterima kasih atas pertumbuhan anak, serta memohon perlindungan agar anak tetap sehat dan dapat tumbuh hingga dewasa.

Di zaman dulu, angka kematian anak kecil sangat tinggi sehingga lahir tradisi merayakan anak-anak yang berhasil mencapai usia tertentu di kalangan keluarga petani di Jepang. Tradisi ini meluas ke kalangan samurai yang menambahkan sejumlah upacara. Anak perempuan dan anak laki-laki berusia 3 tahun mengikuti upacara Kamioki yang menandai mulai dipanjangkannya rambut anak setelah sebelumnya selalu dicukur habis. Anak usia 5 tahun mengikuti upacara Hakama-gi yang menandai pertama kali anak mulai memakai hakama dan haori. Anak perempuan mengikuti upacara Obitoki Himo-otoshi yang menandai pergantian kimono yang dipakai anak perempuan, dari kimono anak-anak yang bertali menjadi kimono berikut obi seperti yang digunakan orang dewasa. Kesempatan Shichi Go San sering merupakan kesempatan pertama bagi anak perempuan untuk merias wajah.
Sejak kalender Gregorian digunakan di Jepang, perayaan dilangsungkan pada 15 November. Di zaman sekarang, waktu membawa anak ke kuil sebagai Shichi Go San sudah disesuaikan dengan waktu libur orangtua. Anak boleh dibawa kapan saja ke kuil di sepanjang bulan November (hari Sabtu, Minggu, atau hari libur), dan tidak harus persis di tanggal 15 November. Di Hokkaido dan daerah-daerah dengan musim dingin yang sangat dingin, udara sudah dingin di sekitar 15 November sehingga perayaan sering dilakukan sebulan lebih awal pada 15 Oktober.

~Seijin shiki

Seijin shiki (成人式 , upacara orang dewasa) adalah upacara tahunan yang diadakan pemerintah lokal kota dan desa di Jepang yang mengundang penduduk yang telah mencapai usia 20 tahun untuk merayakan usia yang telah dianggap cukup umur menurut hukum. Acara diselenggarakan di gedung pertemuan, ballroom hotel, atau aula serbaguna milik pemerintah lokal. Acara dimeriahkan dengan pidato, penerimaan cendera mata, jamuan makan, dan foto bersama dengan pejabat lokal.
Di kota-kota besar, upacara diadakan pada Hari Kedewasaan yang jatuh pada hari Senin minggu kedua bulan Januari. Di kota-kota kecil dan desa-desa, penyelenggaraan upacara sering dimajukan di hari-hari awal Tahun Baru untuk memudahkan peserta yang terdaftar di di daerah asal dan kebetulan sedang berada di kampung halaman. Jika hari penyelenggaraan upacara tidak dimajukan, peserta yang tinggal di kota harus kembali lagi ke kampung halaman untuk mengikuti Seijin shiki.
Di hari-hari penyelenggaraan Seijin shiki bisa ditemui pemandangan wanita muda peserta Seijin shiki mengenakan kimono resmi jenis Furisode dengan rias wajah dan tata rambut hasil salon, sedangkan laki-laki mengenakan setelan kimono model Hakama. Wanita yang tidak ingin direpotkan dengan kimono bisa mengenakan gaun resmi dan pria mengenakan setelan jas.
Sejarah Seijin Shiki
Tradisi merayakan kedewasaan sudah berlangsung sejak zaman kuno di Jepang. Laki-laki mengenal tradisi Genbuku, sedangkan wanita mengenal tradisi Mogi. Tradisi yang menurut antropologi budaya dan folklor merupakan bagian dari inisiasi.
Upacara Seinen-sai (青年祭, perayaan generasi muda?) yang diselenggarakan 22 November 1946 di kota Warabi Distrik Kitaadachi, Prefektur Saitama merupakan asal-usul upacara Seijin shiki seperti yang ada sekarang. Pada mulanya, upacara diadakan untuk memberi harapan tentang masa depan yang cerah bagi generasi muda Jepang yang kehilangan segala semangat dan cita-cita akibat Perang Dunia II. Upacara dirintis pemimpin lokal generasi muda bernama Takahashi Shōjirō dan mengambil lokasi di sebuah sekolah dasar di kota Warabi yang dipasangi tenda.
Di tahun 1948, pemerintah Jepang mengambil perayaan Seinen-sai sebagai contoh dan menetapkan tanggal 15 Januari tahun berikutnya (1949) sebagai Hari Kedewasaan (Seijin no hi). Sejak itu, pemerintah lokal kota dan desa di Jepang selalu mengadakan upacara Hari Kedewasaan tanggal 15 Januari sampai hari penyelenggaraan diubah menjadi hari Senin minggu kedua di bulan Januari sesuai dengan Sistem Happy Monday.






Sumber  :             http://id.wikipedia.org/wiki/Seijin_shiki
                                http://id.wikipedia.org/wiki/Shichi-Go-San
                                http://id.wikipedia.org/wiki/Hinamatsuri
.
Satriyo Adhie. Powered by Blogger.